PASAL XIV – ANTARA KERAGUAN DAN KEYAKINAN Supriyadi Yusuf Boni, 31 Juli 2025 Sumber: Kitab Maraqy al-Wa’yi (Penanaman Kesadaran) Penulis: Prof. Dr. Shaleh bin Abdul Aziz Utsman Sindi Penerjemah: Supriyadi Yousef Boni Editor: Idrus Abidin Tema ini termasuk paling berat karena bicara tentang faktor-faktor keselamatan dan kehancuran. Tema ini menyangkut nikmat dan siksa. Yakin kepada Allah Swt dan agamaNya maknanya adalah pengetahuan kuat yang tidak tercampur oleh ragu, yang menuntun beramal. Inilah nikmat itu. Sedang lawannya adalah ragu. Yakni; kebimbangan bersikap di antara dua hal tanpa mampu memilih salah satunya. Keraguan ini jika terkait dengan prinsip-prinsip agama maka termasuk kebimbangan dan azab sekaligus jalan menunju siksa. Yang dituntut dari kita adalah meyakini semua tuntutan agama. Nabi Saw bersabda: “Saya bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang pantas disembah kecuali Allah Swt dan saya adalah utusan Allah Swt, tiada seseorang yang menjumpai Allah Swt membawa keduanya tanpa ragu sedikitpun melainkan akan masuk syurga,” (HR. Muslim, no. 27). Oleh sebab itu, yakin merupakan di antara syarat kalimat tauhid yang berguna menyelamatkan seseorang. Yakin merupakan gizi bagi hati sekaligus obatnya, penawarnya, hidupanya, cahayanya, energinya dan kenikmatannya. Yakin adalah pondasi atau pilar agama dan katakter penganutnya. Firman Allah Swt: اِنَّمَا الۡمُؤۡمِنُوۡنَ الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا بِاللّٰهِ وَرَسُوۡلِهٖ ثُمَّ لَمۡ يَرۡتَابُوۡا Terjemahannya: “Sesungguhnya orang-orang mukmin yang sebenarnya adalah mereka yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu,” (Qs: al-Hujurat: 15). Yakin adalah jalan hidayah dan keselamatan. Firman Allah Swt: وَالَّذِيۡنَ يُؤۡمِنُوۡنَ بِمَۤا اُنۡزِلَ اِلَيۡكَ وَمَاۤ اُنۡزِلَ مِنۡ قَبۡلِكَۚ وَبِالۡاٰخِرَةِ هُمۡ يُوۡقِنُوۡنَؕ. اُولٰٓٮِٕكَ عَلٰى هُدًى مِّنۡ رَّبِّهِمۡ وَاُولٰٓٮِٕكَ هُمُ الۡمُفۡلِحُوۡنَ Terjemahannya: “dan mereka beriman kepada (Alquran) yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dan (kitab-kitab) yang telah diturunkan sebelum engkau,1 dan mereka yakin akan adanya akhirat. Merekalah yang mendapat petunjuk dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (Qs: al-Baqarah: 4-5). Kehilangan keyakinan merupakan tanda orang celaka. Firman Allah Swt tentang orang-orang kafir: وَاِذَا قِيۡلَ اِنَّ وَعۡدَ اللّٰهِ حَقٌّ وَّالسَّاعَةُ لَا رَيۡبَ فِيۡهَا قُلۡتُمۡ مَّا نَدۡرِىۡ مَا السَّاعَةُ اِنۡ نَّـظُنُّ اِلَّا ظَنًّا وَّمَا نَحۡنُ بِمُسۡتَيۡقِنِيۡنَ Terjemahannya: “Dan apabila dikatakan (kepadamu), “Sungguh, janji Allah itu benar, dan hari Kiamat itu tidak diragukan adanya,” kamu menjawab, “Kami tidak tahu apakah hari Kiamat itu, kami hanyalah menduga-duga saja, dan kami tidak yakin.”” (Qs; al-Jatsiyah: 32). Keraguan adalah siksaan hati, kepedihan dalam dada dan kegetiran menekan jiwa. Berbeda dengan keyakinan yang membawa ketenangan, ketenteraman, kesenangan dan kelapangan dada, kenikmatan dan kebahagiaan. Firman Allah Swt: اَفَمَنۡ شَرَحَ اللّٰهُ صَدۡرَهٗ لِلۡاِسۡلَامِ فَهُوَ عَلٰى نُوۡرٍ مِّنۡ رَّبِّهٖؕ فَوَيۡلٌ لِّلۡقٰسِيَةِ قُلُوۡبُهُمۡ مِّنۡ ذِكۡرِ اللّٰهِؕ اُولٰٓٮِٕكَ فِىۡ ضَلٰلٍ مُّبِيۡنٍ Terjemahannya: “Maka apakah orang-orang yang dibukakan hatinya oleh Allah untuk (menerima) agama Islam lalu dia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang hatinya membatu)? Maka celakalah mereka yang hatinya telah membatu untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.” (Qs; al-Zumar; 22). Kenapa Tema ini Dibicarakan? Sebab, membangun kesadaran akan tema ini jauh lebih penting dari kesadaran tentang persoalan lainnya. Realitas dewasa ini menunjukkan konflik berat menipa jiwa sebagian pemuda dan pemudi kaum muslimin hingga mereka beragama antara dorongan keraguan dan keyakinan. Terdapat banyak keraguan menerpa kuat sebagian mereka, terutama yang berkaitan dengan kebenaran imaniyah mendasar, di antaranya iman kepada Allah Swt, kebenaran kenabian Muhammad Saw, kebenaran Islam, keberadaan hari akhir dan sebagainya. Mereka ingin sampai pada puncak keyakinan namun keraguan sering menarik mereka ke titik nadir. Betapa keraguan menjadi kegundahan melelahkan dan kebimbangan mematikan. Sungguh kondisi ini sangat berbahaya, ada banyak pemikiran filsafat kontemporer dan syubhat yang dihembuskan, mempermainkan alam fikiran banyak pemuda hari ini, memasukkan mereka pada kebimbangan dan ketersesatan akut berkepanjangan, hingga mereka tiada mampu memandang cahaya.[1] Semua orang yang sadar akan kondisi rumit ini ikut bertanggung jawab terhadap mereka para pemuda itu; dalam bentuk menuntun mereka sampai pada pijakan rasa aman, dan menemukan cahaya, merasakan ketenangan dan kenyamanan, membuang semua beban berat dari jiwa mereka, hingga hati mereka tenteram dan jiwa mereka tenang. Mesti kita sadari bahwa kita hidup berhadapan denga ragam upaya penyesatan, dan ombak kekufuran yang besar. Dan bahwa musuh-musuh Allah Swt terus hembuskan karaguan siang malam, menunggu kaum muda untuk dipalingkan dari jalan Allah Swt. Mereka tanamkan keraguan terhadap keberadaan Allah Swt, tentang rububiyahNya, ilahiyahNya, terhadap kitabNya, para nabiNya, sunnahNya, takdirNya, terhadap persoalan ghaib, pada ketetapan syariat bahkan hingga pada aksiomatik logika… sungguh kita belum berkarya walau hanya seberat biji dzarrah. Beberapa era sebelumnya, rasanya belum penting mengangkat tema ini seperti yang kita rasakan hari ini. Namun diakui, kondisi hari ini sangat berubah; di mana alam raya seakan seperti sebuah desa kecil, bahkan seolah seperti sebuah kamar kecil. Semua yang ditampilkan di ujung barat bumi – di Chicago misalnya – atau di ujung timur bumi – di Tokyo misalnya – dapat disaksikan pada saat itu juga, saat semua orang sedang berada di rumahnya duduk tenang sembari bertelekan. Realitas ini dimanfaatkan secara optimal oleh para pengusung kesesatan, kaum atheis dan kaum sesat menggerakkan pasukan mereka – melalui jaringan internet, media sosial dan satelit – melepaskan panah mereka menargetkan orang-orang lemah iman jadi sasaran empuk. Cara Jauhkan Generasi Kita Dari Sasaran Tembak Racun Keraguan Anak-anak adalah amanah titipan Allah Swt kepada kita wahai semua ayah dan bunda, termasuk keapada anda wahai pengajar dan pendidik. Sadarilah bahwa kalian akan ditanya oleh Allah Swt maka siapkanlah jawaban yang tepat. Rasulullah Saw bersabda: “Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanyai tentang apa yang dipimpinnya.” (HR. al-Bukhari, no. 893 dan Muslim, no. 1829). Ringkasnya, kita perlu memaksimalkan tiga pendekatan melindungi generasi kita dari serangan kesesatan, yakni; Vaksinasi Imunitas (al-tahshin), Advise (al-tarsyid), al- Caracter Building (al-tarbiyah). Vaksinasi Imunitas (al-tahshin); banyak persoalan yang dihembuskan hari ini memantik persoalan dan keraguan serta merusak cara berfikir generasi muda kita. Karena itu, mereka perlu diberi suntikan imunitas untuk menangkalnya. Bisa dengan cara menginagtkan mereka bahwa banyak pemikiran salah yang dihembuskan, di antaranya seperti ini dan itu, dan yang benar adalah ini dan itu dengan metode yang mudah dan jelas mereka fahami. Sikap aktif dan inisiatif dari kita akan memberikan daya tahan lebih awal, dan juga lebih safety. Jika seandainya nantinya sang anak menemukan racun keraguan maka setidaknya akan menjadi benteng awal untuknya. Dengan mudah dia menyanggah bahwa orang tuaku tidak pernah ajarkan itu, dan saya yakin racun keraguan ini berbahaya dan secara perlahan dia selamat dari racun yang dihembuskan itu. Semua virus berbahaya yang menyebar hanya bisa dilawan dengan vaksinasi. Karena virus sangat berbahaya bagi tubuh. Sementara virus yang menyasar eksistensi keagamaan jauh lebih berbahaya. Lalu vaksinasi fisik yang aman perlu dilakukan, kemudian vaksinasi non fisik yang aman jauh lebih perlu dilakukan. Advise (al-tarsyid); sangat penting untuk meng-advise genarasi muda terutama pada sumber ilmu dan pengetahuan bagi mereka; siapa yang mereka idolakan, siapa yang mereka dengarkan dan apa yang mereka tonton. Menemukan sistem kontrol yang tepat hari ini sangat penting akibat pemikiran buas berbisa menyebar di mana-mana. Bahkan terkadang berbalut kemasan indah menawan namun bisa terus menetes di balik kemasan indahnya. Ular-ular berbisa walaup lembut merayap Saat berkeliaran namun bisanya menetes dari taringnya. Caracter Building (al-tarbiyah); tampaknya kita perlu galakkan tarbiyah iman yang menyakinkan. Perlu membedakan antara dua hal; keimanan pada umumnya atau keagamaan sejak lahir terbawa tumbuh kembang dengan keimanan atas dasar keyakinan atau keagamaan berdasar keyakinan. Sangat perlu untuk saling berterus terang dan saling terbuka; bahwa segmen terbesar dari generasi muda kita hanya sampai pada iman jenis pertama. Di mana mereka tumbuh kembang dalam lingkungan kaum muslimin, karena terlahir dari kedua orang tua yang muslim, mengerjakan sebagian perintah agama karena ikut-ikutan, tanpa mereka meresapi betapa nikmatnya keimanan itu apalagi sampai merasakan manisnya iman. Iman ini – yakni iman bawaan – umumnya tidak kuat membentengi siapa pun dari pengaruh syubhat yang menerpa, atau tatkala dihadapkan pada serangan pemikiran sekecil apapun itu kecuali mereka yang dijaga oleh Allah Swt. Sedang orang beriman karena disertai dasar keyakinan; maka dipastikan akan selamat dari ragam terpaan syubhat atau serangan pemikiran dengan izin Allah Swt. Sebab, dia tahu landasan beragamanya, menikmati cahaya dari Allah Swt, dan ketetapan dari Allah Swt. Firman Allah Swt: اُولٰٓٮِٕكَ كَتَبَ فِىۡ قُلُوۡبِهِمُ الۡاِيۡمَانَ وَاَيَّدَهُمۡ بِرُوۡحٍ مِّنۡهُ ؕ Terjemahannya: “Mereka itulah orang-orang yang dalam hatinya telah ditanamkan Allah keimanan dan Allah telah menguatkan mereka dengan pertolongan1 yang datang dari Dia” (Qs: al-Mujadilah: 22). Iman sudah menhunjam tajam dalam hatinya sehingga tidak mudah goyah, kemudian ditambah dengan perlindungan Allah Swt dari segala bentuk syubhat dan serangan pemikiran. Dia shalat karena dia yakin dan imani shalat itu, dia jalankan perintah Allah Swt dan meninggalkan laranganNya atas dasar yakin bahwa prilaku itu benar, dia melaksanakannya dengan senang hati dan riang gembira, maka musthail orang yang dikaruniai cahaya dari Allah Swt akan menyimpang hanya karena serangan syubhat atau duri keraguan. Pesan agar Terhindar dari Bencana Keaguan Di antara tujuan mulia yang senantiasa diperhatikan para ulama adalah; berupaya mewujudkan keyakinan kuat dan iman bertambah, juga memudarkan keraguan dan halangan iman. Firman Allah Swt: وَيَزۡدَادَ الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡۤا اِيۡمَانًا Terjemahannya: “agar orang yang beriman bertambah imannya,” (Qs: al-Mudatstsir: 31). Wahai para pemburu ilmu keyakinan; sadari mulianya ilmu yang engkau upayakan, karena dia derajat tertinggi, berbekallah sabar dan semangat tinggi, serta mintalah bantuan dari Allah Swt di semua kesempatan. Ingat dan camkan enam pesan berikut ini; 1. Istiqamahi al-Qur’an; karena hanya al-Qur’anlah sebagai tali kuat menarikmu mencapai derajat yakin. Firman Allah Swt; يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡۤا اِنۡ تُطِيۡعُوۡا فَرِيۡقًا مِّنَ الَّذِيۡنَ اُوۡتُوا الۡكِتٰبَ يَرُدُّوۡكُمۡ بَعۡدَ اِيۡمَانِكُمۡ كٰفِرِيۡنَ. وَكَيۡفَ تَكۡفُرُوۡنَ وَاَنۡـتُمۡ تُتۡلٰى عَلَيۡكُمۡ اٰيٰتُ اللّٰهِ وَفِيۡكُمۡ رَسُوۡلُهٗ وَمَنۡ يَّعۡتَصِمۡ بِاللّٰهِ فَقَدۡ هُدِىَ اِلٰى صِرَاطٍ مُّسۡتَقِيۡمٍ Terjemahannya: “Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu mengikuti sebagian dari orang yang diberi Kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir setelah beriman. Dan bagaimana kamu (sampai) menjadi kafir, padahal ayat-ayat Allah dibacakan kepada kamu, dan Rasul-Nya (Muhammad) pun berada di tengah-tengah kamu? Barang siapa berpegang teguh kepada (agama) Allah, maka sungguh, dia diberi petunjuk ke jalan yang lurus.” (Qs: Ali Imran: 100-101) Perhatikan realitas jin mukmin, tiada mereka dengar al-Qur’an melainkan tertanam kuat dalam hati mereka. Firman Allah Swt: فَقَالُوۡۤا اِنَّا سَمِعۡنَا قُرۡاٰنًا عَجَبًا ۙ. يَّهۡدِىۡۤ اِلَى الرُّشۡدِ فَاٰمَنَّا بِهٖ ؕ وَلَنۡ نُّشۡرِكَ بِرَبِّنَاۤ اَحَدًا ۙ Terjemahannya: “lalu mereka berkata, “Kami telah mendengarkan bacaan yang menakjubkan (Alquran), (yang) memberi petunjuk kepada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan sesuatu pun dengan Tuhan kami,” (Qs; al-Jin: 1-2). Tilawah al-Qur’an disertai tadabbur merupakan konsekuensi iman harian. Upayakan agar ruhani selalu diberi gizi al-Qur’an. Jika tidak, pasti engkau akan melemah dan jangan sampai engkau terjauhkan dari al-Qur’an. 2. Meresapi nama dan sifat Allah Swt dan tadabburi maknanya di mana menjadi pintu keyakinan terluas. Karenanya, siapkan waktu lebih dan perhatian besar untuk menyelaminya. Orang yang mendekat kepada Allah Swt melalui jalur nama dan sifat Allah Swt dipastikan merasakan kenikmatan sempurna. 3. Pelajari sirah dan bukti-bukti kenabian dan kepribadian Muhammad Saw, sebab ridha mengimani nabi Saw sebagai nabi rukun utama mencapai derajat yakin, sedang mempelajari sirah dapat mewujudkan hal itu. 4. Pelajari keindahan Islam, keindahan dan kesempurnaannya. Ini dijamin akan menuntut anda ke derajat yakin yang tinggi. Orang yang hatinya dipenuhi kemuliaan Islam maka tidak akan goyah sebesar apapun goncangan yang menerpanya. Jika engkau hendak mengetahui besarnya pengaruh keindahan Islam ini maka lihatlah orang kafir yang telah berislam. Mayoritas mereka sangat tertarik pada keindahan Islam dan minggalkan bekas mendalam pada diri mereka.[2] Sangat disayangkan, mayoritas atau banyak di antara kaum muslimin yang tidak menyadari betapa mulia dan agungnya nikmat Islam ini. Maka kita mesti menaruh perhatian besar dan senantiasa mengingatkan besarnya dan indahnya nikmat Islam ini. 5. Selami dan pelajari dengan seksama tentang tauhid rububiyah dan bukti-bukti keberadaan dan kemahakuasaan Allah Swt. Tadabburi ayat-ayat kauniyah dan syar’iyah, yang menancapkan keyakinan kuat dalam hati lalu menuntun fisik untuk taat dan hanyut dalam ibadah kepada Allah Swt. 6. Hindari semua hal yang melemahkan dan merusak keyakinan, lalu tutup semua pintu yang bisa menjebak ke dalamnya, abaikan semua tipu daya setan berbentuk manusia, jauhi mereka termasuk laman internet mereka, kitab karya tulisan mereka dan website mereka. Bila engkau suka bertaruh maka jangan pertaruhkan agamamu, karena keselamatan agama tidak akan tertandingi. Jangan terkecoh dengan ungkapan: kenali realitas lalu sanggah pandangan berbeda. Jangan ngeyel, karena para ulama sudah mewakilimu menempuh jalan berliku, melawan ombak lautan yang hanya dapat dilalui oleh yang punya kesiapan cukup memadai. Jauhi benih keraguan yang dihembuskan sahabatmu atau selainnya, karena bisa saja mendekam dalam hatimu. Jangan berenang di pinggir batas karena keselamatan mahal harganya. Selamat dari godaan salma dan tetangganya Adalah dengan hindari lembahnya Pesan untuk Korban Perangkap Keraguan Berikut ini ada enam belas pesan penting bagi mereka yang ingin mewujudkan kebaikan dan terhindar dari gangguan keraguan, yakni; 1. Jika engkau diterpa keraguan dalam persoalan agama maka jangan putus asa. Jangan jadi orang yang menyembah Allah Swt hanya apda satu kondisi lalu engkau berbalik arah menjadi kufur. Yakinlah bahwa Allah Swt bersama orang sabar yang tulus. Jujurlah kepada Allah Swt maka Allah Swt kuatkan engkau. Tawakkal kepadaNya, mintalah dengan hati yang tulus untuk disembuhkan dari sakitmu, lalu yakinlah dengan pertolongan Allah Swt. Karena siapa yang tulus maka akan lepas dari ujian, siapa yang tolong Allah Swt maka pasti ditolong dan siapa yang ingat Allah Swt pasti diingat pula. 2. Bisa saja keraguan menghinggapimu akibat satu dosa yang engkau lakukan, maka segeralah taubat. Jangan sampai engkau termasuk yang disanksi karena kesalahan, lalu engkau ditimpa ragu setelah penuh yakin, diterpa gundah setelah menikmati ketenangan. Sebab, siapa yang jauh dari iman pasti tidak akan merasa aman. Ketahuilah bahwa tiada jalan keluar dari ketergelinciranmu kecuali segera bertaubat keapda Allah Swt dan beristighfar serta tunduk dan patuh kepadaNya. 3. Penawar keraguan di terpaan awal adalah dengan melampauinya, jangan engkau besar-besarkan dia di hatimu, jangan engkau biarkan dia tumbuh dan mengakar serta mengingat-ingatnya, karena bisa saja hanya berupa lintasan sesaat yang akan segera pudar. Betapapun dia menerpamu maka abaikan dia dengan beraktifitas positif dan yang mubah. 4. Perlu dibedakan antara keraguan karena ilmu dengan lintasan bisikan memaksa. Yang pertama dinetralkan dengan ilmu. Yang kedua disembuhkan dengan obat yakni obat syariat, dengan banyak berdzikir kepada Allah Swt, dan memohon dilindungi dari rayuan setan. Sedang obat medis bisa melalui konsultasi dengan dokter atau psikiater seraya berharap kesembuhan dari Allah Swt. 5. Membiarkan keraguan sangat berbahaya bagi kesehatan hati, maka segeralah berobat. Orang yang sehat akal tidak sudi berlama-lama dikendalikan oleh keraguannya, sebaliknya dia sesegera mungkin akan berobat sampai akhirnya kembali menikmati manisnya keyakinan. Olehnya, wajib tumbuhkan tekad dan azam untuk mumutus keraguan dengan upaya yang sungguh-sungguh. Perlu diwaspadai, mengabaikan rasa ragu yang menerpa dapat menguat menjadi kesesatan, lalu menjerumuskan seseorang pada kehancuran. Jadi, menyadari bahayanya sedini mungkin adalah penawar paling ampuh. Yakini bahwa kebenaran itu sangat mahal dan mulia, takkan diraih oleh mereka yang berpaling darinya. Orang yang motifnya buruk dipastikan sulit memahami penjelasan penawar keraguannya, dan tidak akan berfaedah baginya, maka tawadhu’lah dan fokuslah pada kebenaran. 6. Ikuti kebenaran dan petunjuk seperti telah dimohonkan kekasih Allah Swt Ibrahim a. s. Firman Allah Swt: وَقَالَ اِنِّىۡ ذَاهِبٌ اِلٰى رَبِّىۡ سَيَهۡدِيۡنِ Terjemahannya: “Dan dia (Ibrahim) berkata, “Sesungguhnya aku harus pergi (menghadap) kepada Tuhanku, Dia akan memberi petunjuk kepadaku.” (Qs: al-Shaffat: 99). Tuluslah kepada Allah Swt, kembali dan tunduklah kepadaNya. Firman Allah Swt: وَمَنۡ يُّؤۡمِنۡۢ بِاللّٰهِ يَهۡدِ قَلۡبَهٗ Terjemahannya: “dan barangsiapa beriman kepada Allah, niscaya Allah akan memberi petunjuk kepada hatinya.” (Qs: al-Taghabun: 11). 7. Rasa ragu adalah penyakit dalam hati yang diakibatkan oleh kebodohan. Maka pelajarilah apa yang tidak engkau tahu atau yang musykil bagimu dari referensi yang kredibel. Ini penawar bagimu dan akan datangkan kesembuhan. Ketahuilah bahwa sebab kebodohan terhadap syariat karena minim perhatian dan pemahaman. Sebab, syariat sesungguhnya sangat jelas, tidak samar dan sumir. Maka tumbuhkan dan rawat semangat belajar. Bersandarlah kepada Allah Swt lalu kepada para ulama yang kredibel, lalu jalankan pesan orang-orang ikhlas bukan ajakan orang sesat. Kebodohan penyakit mematikan sedang penawarnya Dua hal yang bersamaan dan disepakati Nash al-Qur’an dan nash Sunnah Dan dokter seorang ulama rabbani 8. Berpeganglah pada prinsip perpaduan antara yang tegas dengan yang samar, jika engkau ragukan sesuatu maka pilih yang engkau yakini atau yang mendekati keyakinanmu, tanamkan yang tidak diketahui pada yang diketahui, lalu ikuti yang engkau yakini untuk obati rasa ragumu. 9. Hadirkan sikap oposan pada setiap keraguan menimpa. Di antaranya dalam bentuk tindakan kehati-hatian, dengan cara mengikuti panduan Islam. Tiada tali penyelamat melebih ajaran Islam. Orang yang mengikuti Islam dijamin selamat di semua kondisi, tidak akan menanggung resiko. Berbeda dengan orang yang memilih jalan lain seperti dalam ungkapan sebagian orang; Kesenanganku karena agama ini dalilnya Kuat, dan menentangnya khawatir tertimpa keburukan Dan benciku pada kekufuran karena keburukannya Jelas, dan mengikutinya akan tertimpa keburukan. 10. Menanjak bertahap. Bila seseorang ditimpa ragam rasa ragu, maka bertahaplah menyelesaiakn satu per satu, dan jangan engkau berharap akan terobati dalam waktu bersamaan. Sebab, sulit penyelesaian seperti ini. 11. Waspadai jangan sampai keraguanmu menguat menjadi pengingkaran dan penolakan. Apa yang engkau ragukan atau minimal engkau sanksikan maka jangan tolak dan jangan ingkari. Biarkanlah rasa ragu itu tetap sebagai keraguan. Perlakukan dia sebagai masalah yang akan sirna dalam waktu dekat. Sedang mengingkarinya tanpa pengetahuan maka itu termasuk kebodohan dan bahaya. Ingatlah selalu; ketidaktahuan – menurut kaum berakal – tidak menafikan kebenaran. Termasuk; tidak ada korelasi antara ketidaktahuan dengan justifikasi ketiadaan. Juga; mengingkari sesuatu perlu argumen, sedang orang ragu sejatinya tidak punya argumen. 12. Pilih Pendapat kuat (tarjih) mewakili penegasan. Di saat sulit memilih rasa yakin yang kuat dan sempurna maka memilih pendapat yang dianggap kuat cukup jadi sikap. Padanya ada ketenangan. Orang-orang berakal sehat memilih pendapat terkuat untuk memudarkan keraguan mereka. Maksudnya bahwa sebagian manusia jiak diterpa keraguan dalam persoalan agama kadang berkata: saya hanya memilih, apakah yakinku sempurna atau tidak sama sekali. Dia ingin kesempurnaan seratus persen. Mereka anggap keraguannya tidak terobati kecuali dengan keyakinan sempurna. Padahal bisa saja keraguannya bisa berubah menjadi keyakinan secara bertahap melalui jalan tarjih. Enam puluh persen misalanya merupakan langkah baik untuk sampai pada seratus persen. Maka tenangkan hatimu dengan cara tarjih. Jadi, al-tarjih bagi orang yang ragu adalah jalan terbaik. Dengannya dia rasakan pancaran-pancaran keyakinan jika belum menikmati manisnya. Firman Allah Swt; فَاِنۡ لَّمۡ يُصِبۡهَا وَابِلٌ فَطَلٌّ Terjemahannya: “Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka embun (pun memadai).” (Qs: al-Baqarah: 265). Sebuah ungkapan menarik menyatakan: mengenakan baju robek lebih baik dari telanjang badan. 13. Semua yang belum diketahui detailnya jangan diragukan. Sebagian orang ada yang menyamakan antara yang tidak diketahui dengan yang diragukan. Akhirnya dia ragukan semua yang tidak dia fahami detailnya dalam syariat, makanya dia tenggelam dalam ombak keraguan. Tentu ini sikap yang keliru. Sebab, keraguan adalah satu hal sedang kebodohan atau ketidaktahuan detail sesuatu adalah hal yang lain. Saya coba jelaskan dengan permislaan; banyak hal dalam hidup yang diterima walau tanpa diketahui detailnya. Ketidaktahuan ini tidak menghalangi kita menyertainya. Umumnya manusia tidak tahu bagaimana perpindahan suara berdasarkan ilmu fisika melalui handphone atau saluran telpon biasa. Namun demikian, mereka menggunakannya tanpa mempermasalahkannya, bahkan dianggap bukan masalah besar bagi mereka, tidak pernah kita dengar ada yang berkata: pilihannya, saya tahu cara kerjanya atau sekalian tidak saya gunakan. Jadi, bisa saja kita menerima sesuatu yang tidak kita ketahui persoalan detailnya berupa kebenaran syariat, takdir, persoalan gahib dan sebagainya. Ketidaktahuan kita saat itu tidak jadi penghalang keimanan. 14. Perlu bedakan antara sesuatu yang mustahil berdasar kebiasaan dengan yang mustahil berdasarkan akal logika. Juha antara yang kemungkinan dengan yang mustahil. Antara yang mungkin dengan yang tidak mungkin. Sebagian orang membiarkan keraguan menguat dalam hatinya akibat tidak tahu perbedaan persoalan tersebut. Lalu menganggap yang mustahil berdasar adat sama dengan yang mutahil secara akal logika. Ini termasuk kesalahan fatal. Makanya, di antara mereka ada yang meragukan persoalan ghaib karena akalnya tidak terbiasa dengannya. Padahal secara logika dapat diterima. Kita sendiri sering menemukan banyak hal yang di masa lalu dianggap mustahil, namun sekarang sudah menjadi kebiasaan. Contoh; seseorang yang jauh darimu ribuan mil namun engkau dengar suaranya berbicara, bahkan engkau lihat orangnya bergerak. Lantas adakah orang yang membenarkannya di masa seratus lima puluh tahun yang lalu? Lalu adakah orang yang berani menentangnya hari ini? 15. Hindari sebelum engkau obati. Menjauhi ragam syubhat dan sebab pemantik keraguan. Sebab tindakan pengobatan (kuratif) terkadang tidak berguna kalau tidak disertai dengan tindakan preventif untuk menghidari sebab penyakit. Mereka melihat seribu bangunan tanpa perusak Lantas bagaimana sebuah bangunan di belakangnya seribu perusak Engkau tabib untuk dirimu, maka ketahui dari mana muncul keraguanmu lalu tutuplah pintunya. 16. Jangan peduli dengan pengingkar kebenaran yang terang. Jangan berkata; andai betul itu kebenaran maka semestinya tidak ada yang mengingkari. Sebagian orang terguncang menyikapi orang yang berbeda dengannya dengan level berbeda. Bagi orang berakal sehat bukan persoalan. Karena kebenaran itu didasarkan pada dalilnya dan bukan didasarkan pada kesepakatan. Maka kendalikan dirimu jika berhadapan dengan orang yang berbeda denganmu. Karena ada saja orang yang menentang objek terindera, ada juga yang mengingkari semua disiplin ilmu, ada juga yang menyembah setan, bahkan ada yang menyembah monyet atau tikus. Ini adalah pesan singkat semoga bermanfaat Penutup; Yakin adalah karunia termahal yang diberikan Allah Swt, maka syukuri ia dan mintalah untuk diistiqamahkan di atasnya. Untuk mengetahui ulasan tambahan silahkan baca: Derajat keyakinan dalam kitab “Madariju al-Salikin” karya Ibnu al-Qayyim (3/170) cetakan Dar Alam al-Fawaid. [1] Saya pernah diskusi dengan seorang pemuda yang dibuat gila oleh fikiran filsafat, sampai dia sendiri meragukan banyak hal kalau tidak dikatakan di semua hal. Hingga saya ragu apakah dia yakin saya duduk di hadapannya atau dia juga meragukannya. [2] Saya pernah mengikutii sebuah pertemuan yang dihadiri seorang da’i khusus mendakwahi orang-orang kafir, lalu dia menyebutkan kebaikan dan keindahan Islam lalu dia bertanya ke orang kafir itu; bagaimana menurutmu, apakah engkau tertarik masuk Islam? Dia jawab: saya tidak bilang saya mau masuk Islam namun saya tegaskan saya mulia masuk Islam. Di pertemuan lainnya yang saya hadiri, ada seorang da’iyah juga mengajak seorang wanita kafir masuk Islam, di mana sebelumnya dia jelaskan kebaikan dan keindahan Islam, sedang wanita tersebut memperhatikan dan menulis semua yang dia dengar tentang Islam, lalu disela penjelasan tersebut, wanita kafir itu menyela seraya berkata: kalian memiliki kebaikan yang laur biasa ini lalu membatasinya hanya untuk kalian, kenapa kami tidak pernah diberitahu sebelumnya? Terjemahan Kitab Akidahilmuislamkeraguankeyakinantauhid