Skip to content
AKIDAH.NET
AKIDAH.NET

Keyakinan Pangkal Penghayatan

AKIDAH.NET
AKIDAH.NET

Keyakinan Pangkal Penghayatan

PASAL XXVII – TEORI EVOLUSI

Supriyadi Yusuf Boni, 8 Agustus 20258 Agustus 2025

Sumber: Kitab Maraqy al-Wa’yi (Penanaman Kesadaran)

Penulis:  Prof. Dr. Shaleh bin Abdul Aziz Utsman Sindi

Penerjemah: Supriyadi Yousef Boni

Editor: Idrus Abidin

Tema kita kali ini sangat berat dan penting, mengenai teori evolusi dari sudut pandang filsafat ateis kontemporer. Anehnya, di antara generasi Islam ada yang memandangnya benar. Padahal kesalahan ilmiyah dan logikanya sangat besar dan parah. Inilah sebabnya kenapa tema ini diulas dalam buku ini. Tema ini bersifat ilmiyah dan dalam serta luas cakupannya. Saya usahakan meringkasnya agar mudah difahami.

PENGERTIAN TEORI EVOLUSI

            Teori evolusi atau teori tumbuh kembang sangat masyhur, hampir semua orang pernah mendengarnya, teori ini dicetuskan oleh Charles Darwin. Awalnya berupa penemuannya terhadap fenomena alam yang dia amati selama perjalanan lautnya yang panjang di atas kapal Begal dan melahirkan sebuah pemikiran. Yaitu; hewan-hewan yang disaksikan tumbuh secara bertahap dari satu bentuk ke bentuk lain, lalu dia merilis buku berjudul “Ashlu al-Anwa’” pada tahun 1859 kemudian merilis buku yang kedua berjudul “Ashlu al-Insan” pada tahun 1871.

            Kesimpulan teorinya; bahwa makhluk hidup berasal dari sumber yang sama yakni benda kecil bersel satu, lalu dia berevolusi dan berkembang, sehingga terbentuklah hewan-hewan lain seiring dengan perjalanan waktu. Evolusi ini berlangsung mengikuti hukum seleksi alam yang didasarkan pada kebetulan dan acak secara membabibuta. Teori ini diterima oleh banyak akademisi barat – walau sangat lemah seperti dijelaskan nantinya – lalu dirayakan kaum ateis karena tidak punya teori selain itu.

TEORI EVOLUSI … FAKTA ILMIYAH ATAU HIPOTESIS YANG DIKRITISI.

            Faktanya, teori ini – saya sebutnya teori karena begitulah ia disebut – lebih seperti mimpi yang mempermainkan, bukan teori ilmiyah yang dapat diuji secara ilmiyah, apalagi dianggap sebagai kebenaran ilmiyah. Walaupun teori ini sudah berusia sekitar 160 tahun, namun hingga kini tidak ada satupun bukti yang benar menunjukkan peralihan makhluk hidup dari satu jenis ke jenis lainnya (bukan evolusi pada jenis yang sama).

            Ribuan ton batu telah digali namun tidak ditemukan diantara lubang tersebut jenis makhluk hidup. Ada sekitar 3 juta jenis makhluk hidup di atas bumi – belum termasuk yang sudah punah – belum ditemukan dalam catatan fosil satu pun bukti ilmiyah yang menegaskan terjadinya evolusi dan bahwa makhluk hidup itu berasal dari sumber yang sama.

            Tidak ditemukan satu pun paper ilmiyah yang tegas menyatakan ada kode genetik baru untuk protein fungsional khusus di luar inti genetik sebuah spesies. Tidakkah patut kita berkata; teori evolusi hanya asumsi dan hayalan semata, bukan kebenaran ilmiyah apalagi disebut teori. Perkembangan pengetahuan dari waktu ke waktu makin membuat teori evolusi makin melemah dan bermasalah.

             Sudah banyak pengikut membantah teori evolusi dari kalangan ateis dan menyadari realitas pahit ini, diantaranya Dr. Michael Danton – pakar ilmu genetika – menulis buku pada tahun 1985 berjudul: “al-Tatawwur, Nazhariyah fi Azmah” dia menegaskan bahwa; teori ini bukan seperti makanan belum matang, namun seperti makanan yang belum dimasak, lalu orang lain dipaksa untuk mengunyahnya”

            Anehnya, 30 tahun kemudian yakni pada tahun 2010 dia menulis buku lain berjudul: al-Tatawwur, Nazahriayh Ma Tazalu Fi Azmah” dia tegaskan bahwa persoalan pada teori evolusi makin menumpuk. Dua buku ini sudah diterbitkan dalam bahasa Arab.

BANTAHAN TERHADAP TEORI EVOLUSI

            Sejak awal dipublish hingga kini, teori evolusi diserang bantahan keras dari kalangan ulama dan ilmuwan di semua disiplin ilmu, akibat lemahnya landasan teori ini dan cacat berat yang ditampakkannnya. Bentuk sanggahan tersebut tidak cukup ruang untuk diungkapkan semua di sini, saya coba pilih sebagiannya secara ringkas;

            Pertama: Lemah Pembuktian.

            Bersamaan dengan kelalaian terbesar kaum ateis saat mengakomodir teori ini, bahwa hingga kini masih sebatas asumsi, ada banyak tantangan berat yang dihadapinya, yakni;

  1. Evolusi yang diklaim sulit diamati dan sulit dilakukan uji coba. Para pendukung terori evolusi mustahil mampu memberikan satu contoh penguat terori ini yang didasarkan pada fakta empiris. Mereka menyerang penganut agama karena sikap mereka yang berbeda. Padahal wajar saja mereka menyelisihi mereka. Secara ringkas teori tersebut mengatakan: Keberlangsungan suatu jenis makhluk hidup karena lolos seleksi alam. Pertanyaannya: apa bukti ilmiyah berbasis fakta empiris bahwa terjadi seleksi alam yang dimaksud? Apa bukti yang menunjukkan bahwa keberlangsungannya hanya karena faktor lolos seleksi alam? Kenapa tidak dibuka ruang lain untuk sebab yang lain? jawabnya; mereka pasti tidak bisa menjawab.
  2. Teori ini memiliki banyak celah dan kebocoran yang belum tertutup hingga kini, Diantaranya; tidak adanya fase menengah transisi. Hingga kini tidak pernah ditemukan fosil dalam fase ini. Hal lain, tidak ada proses mutasi alam. Hingga kini belum ditemukan satu contoh pun makhluk bermutasi atau bahkan sekedar satu sel, atau bahkan sampai unsur terkecil dalam sel. Hal lain; organ makhluk hidup yang tercipta begitu akurat. Darwin sendiri mengakui bahwa mata – begitu hebat dan sangat akurat serta rumit kerjanya – jika terbentuk dari proses perkembangan alami: – itu yang tampak – dan saya mengakui itu – merupakan sesuatu yang bertentangan dengan akal sehat. Pernyataan ini tegas dia katakan dalam bukunya “Aslu al-Anwa’” hal. 293. Kesenjangan yang banyak membuat Darwin mengulang-ulang kalimat penanda keraguannya pada teorinya sendiri dalam bukunya. Sebagian peneliti menemukan sebanyak lebih dari 800 kalimat meragukan.
  3. Banyaknya fakta empiris yang membantah teori evolusi. Semua makhluk hidup menegaskan bahwa dia tercipta begitu presisi dan sempurna, tidak secara kebetulan dan acak. Realitas yang banyak ini menegaskan bahwa teori evolusi itu salah dan bathil. Tepat pernyataan Kloter – pakar eksperimen – bahwa: meyakini teori evolusi membutuhkan ketololan besar.”

            Kedua: Metode Penalaran dan Konklusinya Salah

            Hal ini tampak dalam beberapa poin:

  1. Ketergantungan besar pada hayalan dan imajinasi. Ketika teori ini tidak ditopang oleh temuan fosil yang jelas dan dengan organ yang sempurna, maka mereka beralih ke kayalan dan imajinasi bahkan menjadi pijakan utama mereka. Mereka seperti dikatakan; “Mereka membangun kubah dari satu biji” ini merupakan kesalahan metodologis fatal.

Sebagai contoh; pada tahun 1922 ditemukan fosil (gigi gerahang) di wilayah Nebraska Amerika lalu mengklaim bahwa ditemukan kesamaan sifat antara manusia dengan monyet, lalu mereka jadikan itu sebagai dasar melukis gambar tengkorak dan tubuh pemilik gigi gerahang dan menyebutnya asal muasal orang Nebraska. Mereka juga melukis gambar istrinya. semuanya hanya bermodalkan gigi gerahang. Kemudian beberapa tahun kemudian dibuktikan bahwa gigi gerahang tersebut bukan milik orang dan bukan pula milik monyet, tapi gigi gerahang jenis babi darat Amerika yang sudah punah.

Pertanyaannya; apakah cara begini dapat dikatakan metode konklusi ilmiyah dalam sebuah penelitian ilmiyah? Ataukah hanya sebatas kayalan dan imajinasi belaka?

  • Bergantung Hanya Pada Keserupaan. Sekecil apapun kemiripan dan keserupaan yang ditemukan kaum evolusianis di salah satu organ, serta merta mereka jadikan sebagai bukti evolusi bertahap dan perubahan jenis antar makhluk hidup.

Metode seperti ini sangat salah besar. Karena keserupaan tidak bermakna telah terjadi proses evolusi dan perpindahan. Hingga kini belum ditemukan ada kesamaan evolutif antara manusia dengan gurita hanya karena mata keduanya mirip. Apakah kaum evolusionis akan menyatakan bahwa kesamaan antara manusia dan buah kentang pada jumlah kromosom – di mana masing-masing memiliki sekitra 36 kromosom – berarti keduanya memiliki relasi evolutif? Apakah dia tahu bahwa gen manusia memiliki kemiripan dengan gen cacing Nematoda sampai 75%, dan bahwa sekitar 60% gen ayam sama dengan gen manusia? juga bahwa gen manusia punya keserupaan sebesar 60% dengan gen lalat buah? Atau antara gen manusia dengan gen tikus punya keserupaan sebesar 99%? Termasuk antara gen manusia dengan gen pisang, keserupaannya sebesar 50%.

Kesimpulan; apa dalil dan bukti yang menunjukkan bahwa sekedar ditemukan keserupaan antara dua hal menandakan keduanya menyatu di masa lalu? Contoh paling sederhana; apakah dua orang yang memiliki ukuran baju dan sepatu yang sama, berarti keduanya dari marga yang sama?

Apakah kesamaan antara senapan api dengan penangkap tikus lantas menunjukkan bahwa dahulunya menyatu? Bagaimanapun, ditemukannya keserupaan dalam kadar berapapun antar makhluk hidup tidak dipungkiri orang beragama, karena yang menciptakan semuanya hanya satu yakni Allah Swt.

  • Kaum Evolusionis Terjebak dalam Lingkaran Setan. Artinya penjelasan teori adalah permasalahannya sendiri. Al-daur (pola fikir lingkaran setan) sangat fatal menurut para ilmuwan.

Diantara contohnya adalah; mereka berdasar pada fosil untuk mencetuskan teori evolusi, kemudian menjadikan teori evolusi sebagai dasar menafsirkan fosil. Artinya; jika engkau tanya kaum evolusionis; kenapa dua makhluk hidup ini mririp? Dia jawab: karena dahulunya keduanya menyatu. Lalu dia ditanya lagi; apa yang membuktikan kalau dahulunya keduanya menyatu? Dia jawab; karena keduanya serupa. Nah, begitulah seterusnya dan musthail ada tambahan solusi ilmiyahnya.

            Ketiga: Kesalahan Prinsip Sentralistik.

            Teori ini dibangun atas dua prinsip;

  1. Prinsip kebetulan
  2. Seleksi alam yang panjang

Prinsip kebetulan sudah dibantah pada bahasan sebelumnya, dan terbukti tidak tepat dianggap sebagai tafsir ilmiyah dalam memahami alam dan tumbuh kembangnya.

            Adapun dasar seleksi alam yang panjang, maka dapat dipatahkan dengan dua sisi;

  1. Hilangnya Konsistensi Angka.

Prinsip seleksi alam dan eksistensi jenis terbaik dari makhluk hidup mengharuskan jumlah jenis makhluk hidup yang punah ribuan kali lebih banyak dari jumlah jenis makhluk hidup yang bertahan saat ini. Sedang mereka sendiri tidak mempu menunjukkannya. Fosil-fosil yang ditemukan tidak cukup untuk membuktikan itu.

Artinya: andai saat ini ada 3.000.000 jenis makhluk hidup. Kalau angka ini dihitung untuk mengetahui waktu rata-rata yang diperlukan untuk munculnya satu jenis makhluk hidup, maka dalam jangka beberapa hari akan ada makhluk hidup jenis baru, dan semestinya ada ribuan makhluk hidup yang bermutasi setiap jam. Artinya kelas menengah mesti berjumlah miliyaran makhluk hidup, namun tidak pernah ada fosilnya ditemukan hingga kini.

Bahkan fosil-fosil terbaru menjadi beban berat dan menyulitkan mereka, dengan begitu sejatinya teori evolusi mereka ini akan mengalami perubahan, baik diringkas atau ditambah. Sehingga semestinya teori ini tidak disuguhkan hanya satu versi.

  • Tidak Ada Kesesuaian Waktu.

Tidak ditemukan kesesuaian antara teori evolusi dengan waktu. Seleksi alam atau evolusi makhluk hidup melalui proses mutasi tidak sesuai dengan waktu keberadaan makhluk hidup di atas bumi ini. Sebab, untuk menemukan jenis baru makhluk hidup yang ada dibutuhkan waktu yang jauh lebih lama dari perkiraan mereka.

Ditambah lagi, bahwa akan mustahil sebuah jenis makhluk hidup terbentuk sempurna hanya dengan melalui proses seleksi alam, walau dalam waktu yang sangat panjang.

Bantahan matematis ini termasuk bantahan tertua dan terpenting mematahkan teori evolusi. Hitungan matematis menjelaskan dengan tegas bahwa mustahil terjadi proses evolusi yang mereka klaim dalam jangka waktu yang mereka perkirakan seumur alam.

            Keempat; Gagal Tafsir Biologi.

            Teori evolusi tidak mampu menafsirkan banyak fenomena penting dalam kehidupan. Apalagi mengamati kompleksitas yang sulit direduksi pada semua fenomena kehidupan. Artinya; keteraturan yang terdiri dari banyak bahagian yang sangat saling terkait dan terikat, di mana sekecil apapun pergeseran yang terjadi akan mengakibatkan kerusakan dan penyimpangan parah.

            Semua aturan yang kompleks yang sulit direduksi memantik kepeningan kaum evolusionis. Karena mustahil bisa diretas dan dijelaskan tegas. Diantara fenomena biologis yang sulit ditafsirkan teori evolusi adalah;

  1. Munculnya kehidupan. Kaum evolusionis teramat sulit dan tidak mampu menjelaskan secara ilmiyah nan logis tentang dasar dan awal mula kehidupan menurut teori mereka. Dari mana berasal sel pertama itu? Lalu bagaimana proses perubahan dari makhluk mati menjadi makhluk hidup bergerak?

Jadi, sebelum kalian wahai kaum evolusionis berbicara tentang evolusi, sampaikan dulu kapan kehidupan itu bermula? Awal mula munculnya kehidupan – menurut pembesar ateisme – mustahil ditafsirkan menurut pandangan teori evolusi.

Hari ini, kemarin dan esok, banyak pertanyaan yang tiada jawabannya dalam filsafat evolusi. Diantaranya; bagaimana kehidupan di atas bumi bermula? Bagaimana sebuah benda mati, buta dan tidak berakal menghasilkan makhluk-makhluk kecil yang dikendalikan oleh teleologis, kemampuan berkembang dan koding kimiawi?

Apabila pertanyaan pertama menurut teori Darwinisme tidak terjawab, lalu bagaimana kita harapkan jawabannya untuk pertanyaan berikutnya.

  • Sel hidup yang kompleks. Kemajuan ilmu pengetahuan menegaskan bahwa sel memiliki kompleksitas sangat tinggi. Sampai dikatakan: Sel tidak kurang kompleksitasnya ketimbang kota New York.” Dengan begitu, menggunakan prinsip kebetulan adalah mustahil.
  • Kesadaran dan Kecerdasan; dari mana munculnya?

Bagaimana terbentuk tata kerja aturan biologis? Kehidupan ini beserta perangkatnya jauh lebih kompleks dan lebih luas ketimbang sekedar muncul dan berevolusi.

Teori evolusi tetap tidak akan mampu menjelaskan kompleksitas dan keserasian ideal. Sebab, hal yang mustahil secara logika bahwa keteraturan alam dan sempurna ini terjadi secara kebetulan. Setiap orang berakal sehat pasti tahu bahwa sebuah alat pasti ada pembuatnya, semakin rumit dan kompleks sebuah alat maka semakin cerdas pembuatnya.

            Kelima: Kontradiksi Teori Evolusi dengan Ilmu Empirik Lainnya.

            Contoh; teori ilmiyah terbaru menyatakan bahwa batas terkecil sebuah gen tidak mungkin kurang dari 397 gen pada satu jenis makhluk hidup. Teori ini mematahkan teori evolusi. Karena teori evolusi menyatakan bahwa kehidupan dimulai dari nol gen lalu tumbuh jadi satu gen, dua dan seterusnya.

ALASAN KAUM ATEIS MENYEBARKAN TEORI EVOLUSI

            Teori ini mengambil peran penting dalam madzhab ateis, bahkan menjadi kitab suci mereka. Mereka mengembangkannya dan menyebarkannya hingga menyentuh semua sendi kehidupan. Sebabnya, karena dianggap jalan keselamatan bagi mereka, mereka anggap teori evolusi satu-satunya sarana menjelaskan awal mula kehidupan tanpa perlu sang pencipta. Singkatnya; rahasianya adalah jika teori evolusi terbantahkan maka punah pulalah aliran ateisme.

            Menurut mereka, kehidupan ini, hanya melalui penciptaan sang pencipta atau melalui proses evolusi dan peralihan tidak ada pilihan ketiga. Mereka hanya siap menerima teori dan fikiran apapun selama selain imani sang pencipta.

            Diantara cerita lucu tentang ini, disebutkan bahwa ada seorang evolusionis ateis terkenal bernama Dowkinz pernah diwawancarai dan disebarkan di youtube; dia tegaskan bahwa kehidupan mungkin diawali oleh sebagian makhluk hidup yang maju teknologinya, lalu dia menebar di planet. Lalu dia sebutkan bahwa itu asumsi yang kuat. Jadi, dia sendiri tidak menolak bahwa kehidupan ini merupakan objek dari sebuah tindakan oleh dzat yang maha bijaksana. Dia hanya menolak kalau dzat tersebut diatribusikan kepada sang pencipta yakni Allah Swt.

            Mengimani makhluk hidup angkasa sebagai pencipta dapat dia terima. Namun mengimani bahwa pencipta itu adalah Allah Swt dia tolak. Firman Allah Swt:

وَمَنۡ يُّرِدِ اللّٰهُ فِتۡنَـتَهٗ فَلَنۡ تَمۡلِكَ لَهٗ مِنَ اللّٰهِ شَيۡــًٔـا​

            Terjemahannya: “Barang siapa dikehendaki Allah untuk dibiarkan sesat, sedikit pun engkau tidak akan mampu menolak sesuatu pun dari Allah (untuk menolongnya).” (Qs; al-Maidah: 41).

            Dowkinz mengatakan; bagaimana mungkin kita imani Allah Swt sedang kita tidak pernah melihatnya?

            Kalau begitu, apakah kalian sudah melihat makhluk hidup angkasa itu?

            Apakah kalian sudah melihat sel pertama?

            Apakah kalian sudah melihat dua makhluk hidup yang dahulu menyatu?

            Apakah kalian sudah melihat proses mutasi yang acak?

            Apakah kalian sudah menguji semua itu di laboratorium?

            Sungguh benar firman Allah Swt:

وَمَنۡ يُّرِدِ اللّٰهُ فِتۡنَـتَهٗ فَلَنۡ تَمۡلِكَ لَهٗ مِنَ اللّٰهِ شَيۡــًٔـا​

            Terjemahannya: “Barang siapa dikehendaki Allah untuk dibiarkan sesat, sedikit pun engkau tidak akan mampu menolak sesuatu pun dari Allah (untuk menolongnya).” (Qs; al-Maidah: 41).

            Faktanya, bahwa orang ateis tidak beriman karena memang tidak mau beriman. Jadi, saat telah diketahui rahasia keberpihakannya ke teori evolusi maka tidak heran melihat mereka menentang keras setiap yang berseberangan dengan mereka. Dr. Gery Berghuman menulis buku berjudul “Dzabhu al-Minsyaqqain” dan menggambarkan respon yang dialami oleh penentang teori evolusi di kalangan ilmuwan, berdasarkan wawancara dengan 300 ilmuwan dan akademisi, mereka semua menceritakan kepahitan yang dirasakan akibat menentang teori evolusi.

            Beberapa pendukung teori desain cerdas telah memproduksi film dokumenter berjudul; “Matrudun – Ghairu Masmuhi bi al-Dzaka’” menceritakan tentang amputasi masyarakat ilmiyah ateis di Barat terhadap siapa saja yang menentang teori evolusi. Film dokumenter ini sudah menyebar dan telah ditayangkan di 1.052 pentas di USA.

PERINGATAN PENUTUP

  1. Sebagian orang keliru ketika menganggap paparan di sini tentang teori ilmiyah yang diperdebatkan kaum intelektual seperti halnya pada persoalan ilmiyah khilafyah.

Kita mengulas sebuah akidah dan filsafat, mengulas khurafat mencoba memudarkan wahyu dan agama yang benar ini, bahkan termasuk ilmu dan akal sehat, dengan cara hayalan ilmiyah dan permainan diksi. Jadi, tidak tepat jika seorang muslim menganggapnya persoalan remeh temeh atau berusaha menerimanya lalu tanggalkan syariat beserta dalil-dalilnya.

Kesimpulan teori evolusi mengatakan; keberadaan makhluk hidup itu tanpa pencipta dan tidak punya tujuan. Semuanya hanya bersifat kebetulan, lalu diseleksi oleh alam secara acak. Jadi, teori ini sangat bertentangan dengan agama, fitrah, ilmu dan akal sehat. Maka haram hukumnya berbasa-basi dengan teori ini.

  • Ada misi lain dari teori evolusi yakni evolusi sosial. Sebagian orang mulai terpengaruh dengan teori evolusi dalam melihat kehidupan, manusia dan masyarakat. menurut mereka membantu sesama itu termasuk kesalahan besar. Karena bertentangan dengan prinsip seleksi alam yang menyatakan eksistensi hanya milik yang kuat.

Sabnasir pendiri “al-Darwiniyah al-Ijtima’iyah” menentang intervensi negara untuk melindungi kesehatan warganya, karena yang kuat yang berhak eksis. Padahal, semua ajaran etika dan moralitas sangat bertentangan dengan ajaran teori evolusi. Oleh sebab itu, tidak heran jika banyak segmen masyarakat yang terpengaruh dengan teori evolusi ini di Barat, di mana sebagian ras merasa unggul dan istimewa dibanding ras lain, perbedaan antara manusia itu dilihat dari warna kulit, juga sebagian golongan lebih baik dari golongan lain.

Silahkan sebutkan keburukan apapun yang diakibatkan oleh teori ini, baik menyangkut sekte pemikiran, madzhab, ideologi, kejahatan, perang bahkan genosida. Semua itu disebabkan oleh pemikiran Darwinisme.

  • Cara termudah, jelas dan sejalan dengan fitrah mengenai penciptaan adalah bahwa ada sang pencipta yang maha mulia, maha bijaksana dan maha tahu yang menciptakan makhluk dan mengadakan mereka dari ketiadaan. Dia pula yang mengatur kehidupan mereka, sehingga wajib diibadahi. Lalu hasil ciptaannya menunjukkan keberadaannya.

Perhatikan semua makhluk yang engkau pandangi maka pasti dia tercipta sangat sempurna dan presisi.

            Perhatikan ciptaan mata…

            Kerja jantung …

            Peraliran darah …

            Perhatiakn hewan jerapah ….

            Bagaimana bunga tumbuh ….

            Perhatikan DNA yang menjadi sentral bank data ….

            Perhatikan semuanya … di setiap sesuatu ….

            Pada setiap sesuatu ada tanda

            Yang menunjukkan kalau dia esa.

            Firman Allah Swt:

سَنُرِيۡهِمۡ اٰيٰتِنَا فِى الۡاٰفَاقِ وَفِىۡۤ اَنۡفُسِهِمۡ حَتّٰى يَتَبَيَّنَ لَهُمۡ اَنَّهُ الۡحَـقُّ​ ؕ اَوَلَمۡ يَكۡفِ بِرَبِّكَ اَنَّهٗ عَلٰى كُلِّ شَىۡءٍ شَهِيۡدٌ‏. اَلَاۤ اِنَّهُمۡ فِىۡ مِرۡيَةٍ مِّنۡ لِّقَآءِ رَبِّهِمۡ​ؕ اَلَاۤ اِنَّهٗ بِكُلِّ شَىۡءٍ مُّحِيۡطٌ‏

            Terjemahannya: “Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kebesaran) Kami di segenap penjuru dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Alquran itu adalah benar. Tidak cukupkah (bagi kamu) bahwa Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu? Ingatlah, sesungguhnya mereka dalam keraguan tentang pertemuan dengan Tuhan mereka. Ingatlah, sesungguhnya Dia Maha Meliputi segala sesuatu.” (Qs; Fussilat: 53-54).

Untuk ulasan tambahan silahkan dengarkan:

  • Seminar internasional berjudul; “Nazhariyatu al-Tatawwur fi al-Mizani al-Sayr’i wa al-Ilmi” (Konsep Evolusi berdasarkan Timbangan Syariat dan Teori Ilmiyah) dipublish di internet.

Terjemahan Kitab Akidahevolusiilmuislamtauhidteori

Navigasi pos

Previous post
Next post

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

  • INFORMASI ALAM GHAIB
  • PERTAMA – BUKTI ADANYA ALLAH SWT.
  • SYUBHAT KETIGA: PIDANA MATI ORANG MURTAD
  • PASAL VI – SYUBHAT DAN BANTAHAN
  • BAHASAN KELIMA – MENGABAIKAN PERKEMBANGAN SEMANTIK
April 2026
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  
« Jan    

ahli kitab (2) ahlussunnah (2) akal (4) Akidah (102) Al 'Uluw (2) Allah (5) alquran (32) budaya (4) dalil (2) evolusi (1) firqah (2) firqah najiyah (2) ghaib (2) hadits (2) hidayah (2) ibadah (3) ibnu taimiyah (4) ilmu (64) imam syafi'i (9) iman (3) islam (89) kalam (2) kenabian (4) kesesatan (2) kitab (1) kristologi (5) ma'rifah (2) manusia (2) meditasi (1) nubuwah (3) pengetahuan (15) perdebatan (1) rububiyah (1) sejarah (4) sunnah (4) syubhat (5) tabiin (1) tafsir (2) takdir (2) tauhid (77) taurat (3) teori (2) tsaqafah (3) uluw (1) wahyu (2)

©2026 AKIDAH.NET | WordPress Theme by SuperbThemes